APLIKASI MODEL KEPERAWATAN VIRGINIA HENDERSON

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Pelayanan keperawatan memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Untuk memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan professional perlu ditunjang oleh konsep dasar keilmuan diantaranya pemahaman terhadap empat konsep sentral keperawatan. Konsep dan teori keperawatan berkembang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan pemikiran dan ide-ide yang dituangkan beberapa ahli keperawatan. Pandangan para ahli tersebut mempunyai kualitas terhadap perbedaan asumsi , tetapi pada dasarnya mempunyai apresiasi terhadap proses pemberian asuhan keperawatan kepada klien sehingga memerikan kesempatan untuk berkembang secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan dalam status kesehatannya

Asuhan keperawatan yang profesional akan terwujud jika perawat sendiri benar-benar memahami ilmu keperawatan secara benar dan baik. Pemahaman yang baik dan benar tentunya merujuk kepada ilmu keperawatan yang dijadikan dasar dalam pemberian asuhan keperawatan baik di rumah sakit maupun di masyarakat. Namun saat ini pemahaman perawat terhadap ilmu keperawatan yang seharusnya dijadikan dasar dan panduan dalam memberikan asuhan keperawatan masih sangat kurang, sehingga asuhan keperawatan dalam berbagai tatanan masih berdasarkan order dari profesi lain atau pelayanan yang bersifat rutinitas semata. Dengan demikian pemahaman perawat akan ilmu keperawatan perlu ditingkatkan sehingga akan terlihat secara jelas peran perawat sebagai suatu profesi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat atas dasar suatu keilmuan yang akan membedakan pelayanan keperawatan dengan pelayanan kesehatan yang lain.
Sehubungan dengan uraian tersebut diatas pada makalah ini, penulis akan menganalisa aplikasi salah satu model/teori keperawatan pada asuhan keperawatan di rumah sakit. Dalam tulisan ini penulis akan menganalisa aplikasi model/teori keperawatan dari Virginia Henderson. Penulis mengangkat teori/model Henderson karena teori/model ini merupakan teori yang pertama dengan jelas menggambarkan ilmu keperawatan berbeda dengan ilmu kedokteran. Selain itu, teori ini menguraikan hal yang lebih spesifik yaitu fokus holistik yang dimudahkan oleh empat belas (14) kebutuhan dasar manusia yang mudah dikenali, serta langkah-langkah penyelesaian masalah yang ditujukan untuk kemandirian klien dalam memenuhi empat belas (14) kebutuhan dasar manusia yang menyerupai pendekatan proses keperawatan
1.2 Tujuan Umum
Mengaplikasikan teori Virginia Handerson Kedalam asuhan Keperawatan

1.3 Tujuan Khusus
1.3.1 . Memberikan gambaran aplikasi dari model/teori Henderson Analisa kasus berdasarkan 7 elemen utama askep berdasarkan teori pada pemberian asuhan keperawatan pada klien
1.3.2 Memberikan gambaran analisis model teori Henderson
1.3.3 Memberikan gambaran kelebihan dan kekurangan dari model teori Henderson pada pemberian asuhan keperawatan pada klien

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
MODEL KONSEP/ TEORI VIRGINIA HENDERSON
2.1 Latar Belakang kehidupan
Virginia Henderson lahir pada tahun 1897, ia adalah anak ke kelima dari delapan bersaudara. Henderson asli dari Kansas City dan menghabiskan masa pertumbuhannya di Virginia. Henderson memiliki latar belakang pendidikan keperawatan yang meliputi pendidikan awal keperawatan di Sekolah Perawat Militer, 1918 di Washington DC yang diselesaikannya pada tahun1921 setelah itu ia berkarir sebagai staf perawat, mengajar di Rumah Sakit, mengikuti pendidikan tinggi di Fakultas keguruan. Melalui berbagai pendidikannya ia banyak mendapat ilmu tentang praktek klinik dan proses analitikal. Pada tahun 1953, ia bekerja dengan Leo Simmon pada Survey nasional tentang penelitian keparawatan. Pada tahun 1959, ia memimpin proyek The Nursing Studies Index di Universitas Yale.
Sebagai tokoh keperawatan ia pun banyak menulis, berbagai tulisan yang berupa surat ataupun buku diterbitkan. Dalam tulisannya, Henderson memberi gambaran tentang fungsi dan pekerjaannya yang unik berbeda dengan dokter. Ia juga membuat deskripsi keperawatan yang menjadi acuan profesi keperawatan dalam menjalankan aktifitas profesionalnya. Dan melalui tulisannya iapun berusaha memberikan arahan bagi para perawat agar dapat terus menerus mengembangkan dan memperkaya diri dalam seni, ilmu, dan humanitas yang menjadi ciri utama profesi keperawatan.
Perawat dimanapun sebenarnya perlu memahami apa yang dijelaskan Henderson tentang keperawatan, karena dari berbagai pengalaman dan kegiatannya di dunia keperawatan Henderson dapat memberikan arahan dan bimbingan bagi perawat dalam menjalankan profesinya secara tepat. Melalui buku teks yang ia tulis, Henderson menyuarakan pula jati diri profesi keperawatan pada dunia, baik pada masyarakat umum, profesi kesehatan lain, bahkan pada perawat atau calon perawat itu sendiri. Sehingga Henderson ini bukan saja memberikan arahan aplikasi secara nyata pada perawat tetapi juga landasan bagi kokohnya profesi keperawatan.
Tentu hal tersebut sangatlah berkaitan dengan isi defenisi keperawatan yang dideskripsikannya berkali-kali, untuk memperjelas fungsi perawat, dimana tugas merawat bukan hanya ditujukan pada manusia yang sakit namun yang sehat juga, dan aktifitas itu dilaksanakan dalam rangka terpemenuhinya 14 komponen kebutuhan dasar pada setiap manusia dengan berbagai aktifitas yang ditujukan untuk memandirikan klien / manusia, yang didasari akan ditemukannya penyebab gangguan kesehatan mereka yaitu ketidakmampuan, ketidak-mauan maupun ketidaktahuan. Dan para anggota profesi keperawatan dapat mempraktekkan ilmu dan seni keperawatan tanpa menyalahi kaidah utama profesi keperawatan itu sendiri.
2.2 Konsep Utama
Dalam memandang konsep manusia, Henderson memperhatikan unsur fisik, biologi, sosiologi dan spiritual. Dari 14 unsur fungsi keperawatan dapat dikategorikan sebagai berikut sembilan unsur pertama mengandung unsur psikologi,unsur ke 10 dan 14 mengandung unsur komunikasi dan proses belajar, unsur ke 11 mengandung unsur spiritual dan moral, unsur ke 12 dan ke 13 mengandung unsur sosial yang berorientasi pada pekerjaan dan rekreasi. Henderson berpandangan bahwa manusia memiliki kebutuhan dasar sebagaimana yang terdapat dalam 14 unsur tersebut tidak terbatas dan tidak ada satupun cara pemuasan kebutuhan tersebut yang sama. Jiwa dan raga merupakan hal yang tak terpisahkan.
Henderson menekankan beberapa aspek dari konsep sosial / lingkungan. Dia melihat manusia sebagai individu yang berhubungan dengan keluarga, namun dia hanya menulis sedikit tentang pengaruh lingkungan dan keluarga terhadap individu. Dalam bukunya yang ditulis bersama Harmer, Henderson mendukung peranan pribadi dan masyarakat dalam menjaga kesehatan. Henderson mengetahui bahwa masyarakat membutuhkan perawat dalam membantu orang tidak mampu hidup mandiri, dan sebaliknya perawat juga mengaharapkan masyarakat memberikan sumbangan terhadap pendidikan keperawatan.

1). Manusia
Henderson memandang manusia sebagai mahkluk yang utuh, lengkap, dan mandiri yang memiliki 14 kebutuhan dasar sebagi berikut :
1. Bernafas normal
2. Makan dan minum dengan cukup
3. Membuang kotoran tubuh (eliminasi)
4. Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan
5. Tidur dan istirahat
6. Memilih pakaian yang sesuai
7. Menjaga suhu badan tetap dalam batas normal dengan menyesuaikan pakaian dan mengubah lingkungan.
8. Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat dengan baik dan melindungi integumen
9. Menghindar dari bahaya dalam lingkungan dan yang bisa melukai
10. Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengungkapkan emosi, kebutuhan, rasa takut atau pendapat
11. Beribadah sesuai dengan keyakinan seseorang
12. Bekerja dengan sesuatu cara yang mengandung unsur prestasi
13. Bermain atau terlibat dalam beragam bentuk rekreasi
14. Belajar, mengetahui atau memuaskan rasa penasaran yang menuntun pada perkembangan normal dan kesehatan serta menggunakan fasilitas-fasilitas kesehatan yang tersedia. (Marriner Ann, 1986)
Henderson juga memandang manusia (klien) sebagai individu yang membutuhkan bantuan untuk meraih kemandirian, kesehatan atau kematian yang damai. Henderson menganggap manusia dan keluarga merupakan satu kesatuan. Manusia juga harus selalu menjaga keseimbangan fisiologis dan emosionalnya. (KDIK, 2001)
2. Keperawatan
Henderson mendefinisikan keperawatan dari sisi fungsional sebagai suatu profesi yang mempunyai fungsi unik yaitu membantu klien baik sehat atau sakit dalam melaksanakan kegiatan yang mengkontribusi pada kesehatan, pemulihan atau meninggal dengan damai yang akan mereka kerjakan tanpa membutuhkan bantuan seandainya mereka memiliki kekuatan, kehendak dan pengetahuan. Dalam memberikan bantuan dilakukan dengan suatu cara untuk membantunya meraih kemandirian secepat mungkin. (KDIK, 2001)
Henderson juga memandang perawat sebagai anggota tim kesehatan, tetapi tugas perawat tidak tergantung pada dokter, tetapi mengajukan rencana bila dokter sedang melakukan kunjungan ke pasien. Henderson menekankan bahwa perawat harus dapat bertugas secara mandiri. Perawat harus dapat mendiagnosa dan menangani bila situasi menuntut demikian dan perawat harus mampu menilai kebutuhan dasar manusia. (Marriner Ann, 1986)
3. Kesehatan
Henderson memandang kesehatan sebagai kemampuan individu untuk memenuhi empat belas komponen kebutuhan dasar manusia tanpa bantuan. Kesehatan adalah kualitas kehidupan dasar untuk berfungsi dan memerlukan kemandirian dan saling ketergantungan. Memperoleh kesehatan lebih penting daripada mengobati penyakit. Individu akan meraih dan mempertahankan kesehatan bila mereka memiliki kekuatan, kehendak atau pengetahuan yang cukup. Jadi Henderson lebih menekankan pada kualitas kehidupan dari pada kehidupan itu sendiri yang memungkinkan manusia bekerja secara efektif dan mencapai tingkat kepuasan tertinggi dalam kehidupan. (Marriner Ann, 1986)
4. Lingkungan
Henderson tidak memberikan definisi sendiri untuk lingkungan ini. Dalam mendefinisikan lingkungan, Henderson mengambil pengertian lingkungan dari Webster’s New Collegiate Dictionary dimana yang dimaksud dengan lingkungan adalah kumpulan semua kondisi eksternal dan pengaruh-pengaruhnya yang berdampak pada kehidupan dan perkembangan organisme. Pada individu yang sehat seharusnya memiliki kemampuan untuk mengontrol lingkunganya, tetapi kondisi sakit dapat mengganggu kemampuan tersebut. (Marriner Ann, 1986)

2.3. Hubungan Ners-Klien
Henderson mengidentifikasi tiga tingkat hubungan ners-klien, mulai dari sangat tergantung sampai hubungan yang agak mandiri seperti sebagai berikut :
1) Perawat sebagai pengganti bagi klien
2) Perawat sebagai perbantuan bagi klien
3) Perawat sebagai mitra klien
Ketika sakit serius, perawat dilihat sebagai pengganti bagi kekurangan klien untuk menjadikannya lengkap, menyeluruh atau mandiri, karena kurangnya kekuatan fisik, kemauan atau pengetahuan. Henderson melukiskan pandangan ini ketika ia mengatakan bahwa perawat adalah kesadaran dari yang tidak sadar, kehidupn dari yang bunuh diri, kaki dari yang diamputasi, mata bagi yang baru saja buta, alat bergerak bagi bayi, pengetahuan dan percaya diri bagi ibu muda, penyambung lidah bagi yang terlalu lemah atau menarik diri untuk bicara. (KDIK, 2001).Selama pemulihan, perawat membantu klien untuk mendapatkan kembali kemandirian. Ketidakmandirian merupakan istilah yang relatif.
Sebagai mitra, ners dan klien bersama-sama memformulasikan rencana perawatan. Adapun diagnosisnya selalu ada kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi, tetapi kebutuhan ini dimodifikasi oleh patologi dan kondisi ini seperti usia, temperamen, status emosional, status sosial kultur dan kapasitas fisik dan intelektual.
Perawat harus mampu mengkaji tidak saja kebutuhan klien tetapi juga kondisi patologis yang mengubah klien. Henderson mengatakan, perawat harus masuk ketubuh setiap kliennya untuk mengetahui apa yang dibutuhkan kliennya. Kebutuhan ini kemudian divalidasi dengan kliennya. Perawat dapat mengubah lingkungan yang ia anggap perlu untuk kepentingan kesehatan kliennya. Perawat dan klien harus bekerjasama untuk mencapai tujuan, yaitu kemandirian atau bahkan kematian yang damai. Tujuan utama perawat yaitu menjaga agar keseharian klien senormal mungkin. (Marriner Ann, 1986)

2.4 Hubungan Perawat-Dokter
Henderson menekankan agar perawat tidak mengikuti perintah dokter karena perawat memiliki tugas yang unik. Perawat harus membuat rencana keperawatan bersama klien lalu mengusulkan kepada dokter untuk disesuaikan dengan program pengobatannya. Lebih luas Henderson menegaskan agar para perawat membantu klien dengan manajemen keperawatannya ketika dokter tidak ada. (Marriner Ann, 1986)
2.5 Perawat sebagai Anggota Tim
Pekerjaan perawat saling tergantung dengan pekerjaan profesi lain, sehingga perawat dan anggota tim lainnya harus saling membantu menjalankan program masing-masing, tetapi sebaiknya tidak melakukan pekerjaan milik orang lain. Henderson menggambarkan fungsi masing-masing profesi kesehatan dan keluarga sebagai suatu irisan dalam suatu lingkaran, besarnya ukuran dari irisan tersebut sangat tergantung pada apa yang dibutuhkan klien, dan karenanya besarnya ukuran irisan tersebut akan berubah sesuai dengan kemajuan kondisi klien. Yang menjadi tujuan disini adalah dimana semakin lama, porsi irisan untuk keluarga dan klien akan semakin besar atau bahkan seluruh lingkaran tersebut. Yang artinya dengan kondisi yang demikian berarti bahwa klien dan keluarga akan semakin mandiri dalam membantu dan memelihara kesehatannya sendiri. (Marriner Ann, 1986)
2.5 Penjabaran Dalam Praktik
Pendekatan Henderson dalam perawatan pasien sangat berhati-hati terutama terkait dengan pengambilan keputusan. Meski ia tidak menjelaskan secara spesifik langkah-langkah dalam proses perawatan, seseorang dapat melihat bagaimana konsep tersebut saling berhubungan. Henderson meyakini proses perawatan merupakan proses problem solving dan tidak hanya khusus masalah keperawatan. Penjabaran langkah-langkah proses keperawatan Henderson adalah sebagai berikut :

Ringkasan proses keperawatan menurut Henderson
Proses keperawatan 14 unsur dan defenisi keperawatan Henderson
Pengkajian keperawatan Mengetahui kebutuhan dasar manusia berdasar 14 unsur dasar keperawatan :
1. Bernafas normal.
2. Makan dan minum dengan cukup.
3. Mengurangi buangan tubuh.
4. Bergerak dan olahraga untuk menjaga postur tubuh.
5. Tidur dan istirahat.
6. Memilih pakaian yang cocok.
7. Menjaga suhu tubuh tetap normal dengan cara menyesuaikan pemakaian pakaian di lingkungan.
8. Menjaga tubuh tetap bersih dan rapi.
9. Menghindari bahaya dan hal yang dapat menyakiti orang lain
10. Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengekspresikan emosi, kebutuhan dan kekuatan opini.
11. Beribadah sesuai dengan kepercayaannya.
12. Bekerja dengan baik sehingga dapat melakukan pencapaian tertentu.
13. Bermain dan berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi.
14. Belajar, menemukan atau memuaskan rasa ingin tahu dan menggunakan fasilitas kesehatan.
Analisa :
Membandingkan data dengan pengetahuan tentang kesehatan dan penyakit
Diagnosa keperawatan Mengidentifikasi kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan dengan mempertimbangkan kekuatan, kemauan dan pengetahuan yang dimiliki
Rencana keperawatan Pada tahap ini disusun rencana sesuai dengan kebutuhan individu. Rencana ini diperbaharui berdasarkan perubahan keadaan atau kondisi pasien. Rencana harus dapt mengintegrasikan hasil pekerjaan semua yang ada dalam tim kesehatan.
Implementasi keperawatan Melayani individu sakit maupun sehat dalam beraktifitas dalam menjaga kesehatan, penyembuhan dari sakit, maupun mengantarkan kematian yang tenang.
Implementasi berdasarkan prinsip psikologi, umur, latar belakang budaya dan kemampuan fisik dan mental. Melaksanakan pengobatan sesuai petunjuk dokter.
Evaluasi keperawatan Menggunakan defenisi keperawatan yang dapat diterima dan aturan hukum yang berhubungan dengan keperawatan. Mutu keperawatan lebih dipengaruhi oleh persiapan dan kemampuan dasar perawat daripada lama waktu perawatan. Hasil yang baik didasarkan pada kecepatan maupun tingkat kemampuan pasien beraktifitas kembali secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s